Tampilkan postingan dengan label Teknologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Berdayakan Masyarakat, Wadah dan J-Wel Sinergi Terkait Pendidikan

Bertujuan mempromosikan keunggulan dan transformasi pendidikan sepanjang hayat pembelajar secara global, melalui kerja sama dengan kelompok pembelajar

Jakarta - Yayasan Wadah Titian Harapan (WADAH) merasa memiliki visi yang sama dengan laboratorium pendidikan Abdul Latif Jameel World Education Lab (J-WEL). Maka itu, WADAH bergabung dengan J-WEL yang berbasis di perguruan tinggi terkenal dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.

Adapun salah satu kelompok kerja di J-WEL yang berkolaborasi dengan WADAH adalah kelompok pK-12, yang fokusnya pada pendidikan tingkat PAUD sampai dengan kelas 12, memiliki anggota yang beragam termasuk universitas terkemuka, LSM besar, dan perusahaan terkemuka.

"Menjadi mitra berbagai organisasi anggota J-WEL dapat bertukar pikiran, membangun semangat, berbagi pengalaman praktik terbaik dan berbagi hasil nyata dari apa yang telah mereka lakukan, akan membantu kami dalam mendidik dan memberdayakan lebih banyak orang dengan cara yang lebih efisien," ujar Pendiri dan Ketua Umum WADAH Anie Djojohadikusumo dalam keterangan persnya, Selasa (31/7/2018).

Menurut dia, kolaborasi itu adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi WADAH bermitra dengan lembaga lain yang sejalan dengan visi yayasannya itu. "Kami tumbuh untuk melayani dan kami melayani supaya mereka bisa tumbuh bersama kami," kata Anie.

Dalam berkegiatan, WADAH bermitra dengan perorangan dan kelompok masyarakat miskin di seluruh dunia, terutama di Indonesia, Malaysia, India, dan Filipina.

WADAH membuka dan memberikan akses pendidikan dengan cara memberdayakan dan memfasilitasi mereka sehingga dapat mencapai dan menerapkan berbagai solusi praktis dan mandiri serta mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sedangkan J-WEL adalah sebuah laboratorium pendidikan yang diluncurkan pada bulan Mei tahun 2017 tersebut, bertujuan mempromosikan keunggulan dan transformasi pendidikan sepanjang hayat pembelajar secara global, melalui kerja sama dengan kelompok pembelajar tingkat PAUD sampai kelas 12, pendidikan tinggi serta mereka yang sudah bekerja. Selain WADAH, Kelompok Kerja Sama pK-12, di bawah arahan profesor MIT Angela Belcher dan

Eric Klopfer, juga memiliki anggota lainnya yaitu Catalyst Education Lab, sebuah lembaga  nirlaba yang berbasis di Hong Kong, EnglishHelper, perusahaan teknologi pendidikan, Save the
Children dan Queensland University of Technology (QUT), Australia.

Berkolaborasi melalui media online dan tatap muka, lokakarya, penelitian dan  kegiatan berbagi informasi, organisasi anggota J-WEL termasuk sekolah, universitas, LSM, lembaga
pemerintah dan perusahaan.

"Bersama-sama dengan fakultas dan staf MIT membahas berbagai peluang global untuk melakukan perubahan yang terukur dalam pendidikan," kata Anie.

J-WEL merupakan prakarsa MIT dan Komunitas Jameel, organisasi perusahaan sosial yang didirikan oleh alumnus MIT, Mohammed Jameel (78). Komunitas Jameel dibentuk untuk mendukung kesinambungan sosial dan ekonomi di seantero kawasan Timur Tengah.

WADAH sendiri merupakan singkatan dari Wanita dan Harapan, sedangkan Titian Harapan, dimaksud sebagai jembatan menuju harapan. Dengan berjalannya waktu dan proses belajar, membuat cakupan kerja organisasi, skala menjadi lebih luas. 

Sumber :  https://nasional.sindonews.com/read/1326591/144/berdayakan-masyarakat-wadah-dan-j-wel-sinergi-terkait-pendidikan-1533042488

Perusahaan Startup Pendidikan Tawarkan Kursus Online

Revolusi Industri 4.0 semakin melahirkan banyak perusahaan startup baru di Indonesia, dimana salah satunya yakni Studilmu

Jakarta - Revolusi Industri 4.0 semakin melahirkan banyak melahirkan perusahaan startup baru di Indonesia. Dibidang teknologi pendidikan kini ada startup yang memberikan layanan kursus online yang digarap oleh para profesional. CEO dan Founder Studilmu Berny Gomulya menerangkan, startup Studilmu dibuat agar orang tidak lagi susah belajar tanpa mengenal jarak dan waktu.

Dia menjelaskan, melalui studilmu setiap orang bisa belajar, menimba pengetahuan dan keterampilan melalui jaringan internet, dengan smartphone maupun perangkat komputer.  "Kami memiliki misi memajukan Indonesia melalui kursus online, dimana semua karyawan di Indonesia bisa meningkatkan skills mereka melalui kursus online,” katanya.

Studilmu menyediakan ribuan kursus dan video dalam berbagai bidang, yaitu, Business English, Leadership, Customer Service, Communication, Coaching, Sales dan Marketing, Motivational serta Inspirational, dan sebagainya. Lebih lanjut Berny menerangkan, aplikasi Studilmu bisa diunduh secara gratis di IOS App Store dan Google Play Store sehingga setiap orang bisa belajar kapan pun dan di mana pun.

Dengan modul kursus yang lengkap dibimbing oleh para instruktur berpengalaman kursus melalui studilmu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Dia mengungkapkan, instruktur yang direktut bukan sembarang orang melainkan pakar yang sudah berpengalaman. "Mulai dari level direktur, general manager, manager dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, seperti Astra International dan BCA yang patut didengarkan sharing ilmunya," terangnya.
Baca juga : LOOP dan Ruangguru Kolaborasi Hasilkan Paket Belajar Tanpa Kuota

Bagi Berny sendiri, sebagai pencetus Studilmu, dirinya ingin membagikan pengetahuan dan pengalaman dalam bidang leadership, manajemen, dan lain-lain. Bidang yang ia tekuni selama bertahun tahun setelah meniti karir di berbagai perusahaan multinasional. Dari mulai PT Astra International Tbk, Productivity & Standard Board (PSB) Singapore sebagai Country Director.
“Suatu waktu saya ditanya, bagaimana caranya ikut training tapi memiliki budget terbatas. Dari situlah kemudian muncul ide untuk mendirikan studilmu. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi internet," ungkapnya.

Bagi pelanggan yang sudah mendaftar, katanya, bisa mendapatkan layanan seperti tanya jawab tentang karir, video-video berkualitas, offline video, forum diskusi, tugas, test/quiz, sertifikat, bookmarks atau. Selain itu setelah lulus test tersebut, peserta akan mendapatkan sertifikat online secara otomatis.Keuntungan "Kami beri diskon 45% selama Agustus dalam rangka HUT RI," ujar dia.

Salah satu peserta kursus Wakil Direktur Pelayanan Medis RS Bakti Timah Karimun, Kepulaun Riau Yuni Fitriani mengatakan, kursus Studilmu sangat membantu dirinya yang bekerja di pulau untuk mempelajari dasar-dasar manajerial yang diperlukan di kantornya.

Secara teknis kualitas video dan audio diakuinya sudah sangat baik. Dia pun berharap semoga makin banyak orang yang tahu dan mengakses, karena ilmunya bermanfaat sekali. "Studilmu sangat membantu saya meningkatkan skills di bidang manajerial. Bagi Anda yg butuh pengembangan skills, ikutilah kursus-kursus studilmu, eksekusi ilmunya dan rasakan peningkatannya,” tuturnya. 

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/perusahaan-startup-pendidikan-tawarkan-kursus-online

LOOP dan Ruangguru Kolaborasi Hasilkan Paket Belajar Tanpa Kuota

(Ki-Ka) GM Youth and Community Product Marketing Telkomsel Ahmad Saiful Huda, GM Prepaid Brand and Communications Telkomsel Abdullah Fahmi, CEO dan Co-founder ruangguru Adamas Belva Syah Devara dan CPO dan Co-founder ruangguru Iman Usman saat peluncuran.

Jakarta - LOOP berkolaborasi bersama Ruangguru, sebuah start-up penyedia layanan dan konten pendidikan berbasis teknologi, mendukung peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas di Indonesia. Mereka menghadirkan platform belajar online bernama EnsikLOOPedia, paket data khusus LOOP x Ruangguru, serta paket langganan Ruangguru dengan harga khusus dan disertai cashback berupa pulsa.
 
“LOOP secara konsisten mendukung berbagai aktivitas anak muda Indonesia untuk menggali potensi diri mereka, salah satunya yang berhubungan dengan pendidikan. Kami ingin memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk memberikan konten pendidikan bagi anak muda Indonesia di mana pun mereka berada,” kata Vice President Prepaid Marketing Telkomsel, Riny Novitriyanti di Jakarta, Senin (31/7/2018).
 
Oleh karenanya, Telkomsel menyambut positif kerja sama dengan Ruangguru yang memiliki visi serupa dengan LOOP. "Kolaborasi antara keunggulan kualitas jaringan dan coverage Telkomsel, serta akses pendidikan bagi semua kalangan dengan 150 ribu guru di hampir setiap provinsi melalui platform Ruangguru, membuat kami bersama-sama bisa membuka akses pendidikan yang semakin luas dan berkualitas," lanjut Rini.
 
Ruangguru merupakan perusahaan teknologi yang didirikan oleh Belva Devara dan Iman Usman yang menyediakan berbagai konten belajar untuk pelajar (SD, SMP, dan SMA) dan profesional di Indonesia. Kontennya berupa video belajar, latihan soal, dan rangkuman pelajaran yang dirancang khusus oleh pengajar terbaik dan berpengalaman. Adapun fitur yang tersedia di aplikasi Ruangguru di antaranya, RuangBelajar, RuangLes Online, serta RuangUji.
 

“Bentuk kerja sama ini penting untuk dilakukan agar semakin dapat memudahkan cara belajar serta menjawab solusi terhadap penggunaan paket data bagi pelajar di Indonesia,” kata CEO dan Co-Founder Ruangguru, Belva Devara.
 
Melalui kolaborasi ini, Ruangguru dan LOOP menyediakan paket ruangbelajar Ruangguru hanya dengan Rp25.000 per bulan. Tujuannya agar pelajar dapat mengakses semua materi pelajaran di aplikasi Ruangguru tanpa harus dikenakan biaya internet tambahan.
 
LOOP dan Ruangguru menghadirkan EnsikLOOPedia sebagai sebuah platform referensi belajar online baru yang berisi berbagai artikel mata pelajaran, video tutorial, simulasi try out, hingga tips dan trik untuk lulus ujian. EnsikLOOPedia diakses melalui laman www.loop.co.id/ensikloopedia. Sekaligus dapat memfasiliasi kegiatan belajar online melalui perangkat seluler, kapan saja dan di mana saja, khususnya bagi para siswa SD, SMP dan SMA.

Kolaborasi keduanya juga membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi para pelajar Indonesia. Yakni dengan menghadirkan paket belajar khusus bagi para LOOPers (pelanggan LOOP).
Paket pertama berupa paket LOOP x Ruangguru yang berisi kuota internet seharga mulai Rp25.000 per bulan dengan kuota data 3 GB. Rinciannya 1 GB kuota data regular dan 2 GB kuota data khusus untuk mengakses semua konten pendidikan Ruangbelajar di aplikasi Ruangguru tanpa dikenakan biaya tambahan.

"Sedangkan paket belajar yang lain merupakan paket langganan bulanan aplikasi Ruangguru yang tersedia dengan harga spesial dengan disertai cashback pulsa hingga Rp100.000," paparnya.
Adapun pada bulan Agutus mendatang, LOOP dan Ruangguru juga akan menghadirkan paket bundling berupa paket berlangganan produk ruangbelajar selama satu bulan di Ruangguru. Ditambah total kuota 3 GB yang dapat diperoleh dengan bentuk pembelian melalui pulsa.

Sumber : https://autotekno.sindonews.com/read/1326353/133/loop-dan-ruangguru-kolaborasi-hasilkan-paket-belajar-tanpa-kuota-1532999518

Pemerintah Gratiskan Biaya Paten Peneliti

-
Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati
Jakarta - Pemerintah berencana menggratiskan biaya paten bagi peneliti selama lima tahun. Dengan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah paten di Indonesia.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan, jika dulu untuk biaya paten dengan masa berlaku lima tahun itu berbayar, kini tidak ada biaya sama sekali. "Kita mereform regulasi mendasar untuk mendorong peneliti melakukan revenue melalui daftar paten. Kalau dia paten dia dapat untung dan institusi juga. Sehingga, dia bersemangat ternyata meneliti juga bisa dapat duit," ungkap Dimyati dalam Forum Tematik Bakohumas Kemenristekdikti bertemakan "Kebijakan dan Program Kemenristekdikti Dalam Mendukung Penguatan Riset dan Inovasi" di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

Dimyati menjelaskan, setelah gratis selama lima tahun maka masa perlindungan paten dari tahun keenam hanya dibebankan 10% dari nilai paten. Sedangkan masa perlindungan paten berlaku hingga 20 tahun.

Dimyati juga mengatakan, peneliti tidak akan terbebani dengan 10% biaya paten tersebut, sebab peneliti juga menerima royalti dari produk yang dihasilkan. Menurut dia, jumlah paten semakin meningkat. Dari hanya 2.700 paten, kini sudah mencapai 4.300. Kemenristekdikti, ujarnya, menargetkan hingga akhir tahun akan ada 5.200 paten yang didaftarkan. 

"Paten itu dalam satu judul publikasi bisa (didaftarkan) lebih dari satu. Misalnya, publikasi handphone itu bisa paten aplikasi, paten bodi, paten layar, dan lainnya," paparnya.

Selain menggratiskan biaya pemeliharan, jelasnya, pemerintah juga memberikan insentif pendaftaran paten bagi peneliti. Insentif yang diberikan itu tergantung dari Kementerian Keuangan. Dia menggambarkan, jika nilai patennya sebesar Rp2 miliar, maka peneliti bisa mendapatkan insentif yang dihitung secara progresif sekitar Rp450 juta.

Selain insentif, pemerintah juga mengadakan sesi khusus testimoni orang yang sudah mendapatkan royalti dari patennya. Mereka akan dikumpulkan dan diminta bercerita tetang dampak positif mendapat royalti. "Dari mulut ke mulut ternyata lebih berefek. Jadi, selain upaya regulasi kita juga mendorong melalui insentif dan testimoni," paparnya.

Dimyati mengatakan, idealnya jika jumlah publikasi naik, maka begitu pula dengan jumlah riset. Sekarang ini, ujarnya, jumlah publikasi Indonesia mencapai 5.125 melampaui Thailand dan Singapura. Indonesia bertekad mengejar Malaysia yang sudah memiliki 5.999 publikasi. Namun, katanya, tidak semua publikasi dapat dipatenkan atau sebaliknya ada satu paten tetapi tidak bisa dipublikasikan.

Baca juga : Mahasiswa ITN Malang Manfaatkan Limbah Laundry sebagai Insektisida

Pemerintah, lanjutnya, saat ini berada dalam strategi memulihkan kepercayaan diri peneliti untuk lebih banyak lagi menghasilkan karya. Sebab, ujarnya, tren ke arah sana sudah terlihat meski naiknya masih di sisi jumlah, belum kualitas. "Strategi kedua kita adalah lakukan reformasi mendasar terkait regulasi untuk mengubah mindset," katanya.

Menurut dia, permasalahan di bidang riset terjadi karena dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan kualitas tidak semua peneliti di Indonesia bagus. Produktivitas peneliti pun masih rendah serta manajemen riset yang dilakukan peneliti pun tidak sejalan dengan yang dibutuhkan industri. Peneliti, ungkapnya, lebih banyak meneliti untuk mengejar jabatan fungsional saja, sehingga riset yang dilahirkan pun tidak bisa dihilirisasi.

Pengamat Pendidikan Tinggi dari Universitas Pendidikan Indonesia Said Hamid Hasan berharap penggratisan biaya paten dapat terealisasi. Sebab, menurut dia, biaya untuk mendapatkan paten cukup besar. "Ini suatu yang positif sebab biaya mendapatkan paten cukup besar," katanya.

Menurut Said, persoalan paten selain mendapatkan pengakuan hak, adalah nilai ekonomis dan akademik dari temuan yang dipatenkan. "Misalnya saja teknologi 4G bukan kita yang dapat untungnya. Demikian juga paten lain yang diperoleh anak bangsa," ujarnya. Jika produksi temuan itu tidak dapat diproduksi di Indonesia oleh perusahaan Indonesia, lanjutnya, maka kebijakan tentang membebaskan biaya hak paten hanya memiliki pengaruh yang terbatas.

Apalagi, jika dengan kebijakan itu akan banyak hak paten dimiliki anak bangsa, maka akan banyak perusahaan asing yang memproduksi dan mengembangkan bisnisnya. Dengan demikian, ujarnya, maka mereka lah yang mendapatkan untung maksimal.

Pengamat Pendidikan Tinggi Edi Suandy Hamid berpendapat, kebijakan pembebasan biaya paten ini sangat bagus. Sebab, menurut dia, mengurus paten tidaklah mudah dan berbiaya cukup besar. Dengan tanpa biaya ini, katanya, maka bisa menstimulus ilmuwan untuk mematenkan karyanya. "Kita sangat butuh banyak paten dan masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Filipina, apalagi Singapura," ungkapnya.

Sumber : https://nasional.sindonews.com

Mahasiswa ITN Malang Manfaatkan Limbah Laundry sebagai Insektisida


Klojen - Tiga mahasiswa ITN Malang prodi Teknik Kimia memanfaatkan limbah laundry sebagai insektisida. Mereka adalah Litfi Mia Wulandari, Aisyah Humaerah dan Mohamad Zamroni Bahtiarul Fitroh Arif.Hal ini bermula dari banyak limbah laundry yang tak termanfaatkan namun menyumbang pencemaran air dan tanah.

Selain itu juga mengancam keberlangsungan makhluk hidup. Bagi manusia bisa menimbulkan penyakit kulit. Sedang bagi ikan bisa membunuhnya."Ikan akan mati, karena permukaan air tegang akibat tertutup limbah. Ini mengakibatkan air di bawah tidak bisa mendapatkan asupan oksigen,” kata Mia dalam rilis yang diterima suryamalang.com, Rabu (1/8/2018).

Kota Malang sebagai kota pendidikan antara lain karena banyak perguruan tinggi menumbuhkan usaha jasa laundry.Di kawasan Sumbersari saja yang ada 90 usaha jasa laundry. Kebanyakan penggunannya adalah para mahasiswa kampus sekitarnya.

 Menurut Mia, limbah yang murah dan mudah didapat ini mengandung LAS (linear alkylbenzene sulfonate) yang bersifat toksik (racun) dan berbahaya bagi lingkungan.“Saat kadarnya (LAS) lebih dari 0,5 miligram, maka limbah ini memiliki sifatnya racun yang bisa dimanfaatkan untuk insektisida," papar Mia. Saat dianalisa, limbah laundry memiliki 82 ml.


Dengan penambahan cintronella dari serai wangi yang bersifat desiscant (dehidrasi), insektisida ini dalam pengaplikasiannya mampu membunuh semut hitam pada akar anggrek.Untuk pembuatannya cukup mudah. Limbah laundry diendapkan 1 x 24 jam untuk memisahkan antara padatan dan airnya. Air tersebut kemudian dicampur dengan citronella oil 37,62 persen dari serai wangi.

“Meski baunya wangi tetapi serangga tidak suka, serai juga bersifat racun desiscant (dehidrasi) yang berujung kematian. Hanya dengan penyemprotan 10 detik semut sudah mati,” kata mahasiswa asal Lumajang ini.Penelitian mereka ini telah didanai Kemenristekdikti di PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Judulnya "Insektisida Serangga Dual Power Berbasis Limbah Laundry".Adanya hasil dari penelitian ini, ia menyatakan ada peluang dikembangkan menjadi usaha bagi masyarakat sekitar kios laundry.

“Kelebihan dari insektisida ini baunya tidak menyengat serta aman bagi lingkungan," ujar Mia. Jika ingin dibuat sendiri juga murah dan mudah mendapatkan limbahnya.Harapan timnya adalah hasil penelitian ini bisa memberi solusi penyelesaian permasalahan pencemaran lingkungan. Juga meningkatkan perekonomian bagi yang membuatnya sebagai produk insektisida.

Sumber : suryamalang.com

Melatih Wirausaha Siswa SMA/K melalui Aplikasi Simulasi Perusahaan


Siswa-siswi SMA/K di Jakarta bersaing menunjukkan kemampuan wirausaha pada Regional Student Company Competition 2018 yang diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citi Indonesia (Citibank) dan PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia) di Atrium Green Pramuka Square, Sabtu (28/7).Dalam kompetisi kewirausahaan ini, para siswa mempresentasikan pencapaian bisnis dari usaha mikro yang dijalankan di sekolah serta memamerkan produk inovasi andalan usaha mereka.

Ada lain 8 sekolah ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini yaitu: SMKN 4 Jakarta, SMKN 6 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, SMK Bina Informatika, SMK Candra Naya, SMK Rex Mundi, dan Stella Maris School.

1. Program aplikasi wirausaha

Sebelum tahap kompetisi ini, para siswa telah dibina menjadi wirausaha sungguhan melalui program pendidikan aplikasi kewirausahaan, Perusahaan Siswa (JA Student Company).Selama enam bulan, mereka mendirikan dan mengoperasikan sebuah usaha mikro di sekolah, mulai dari menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan.

Para siwa juga telah mendapatkan bimbingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan profesional bisnis."Kita perlu melatih dan merangsang potensi kewirausahaan anak muda sejak mereka duduk di bangku sekolah. Siswa SMA dan SMK perlu didorong menciptakan bisnis dengan keterampilan yang dimiliki pasca lulus sekolah. Kami terus berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia mewujudkan potensi bisnis mereka dan meraih masa depan lebih baik”, tutur Robert Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia.

2. Literasi dan inklusi keuangan

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Suharno mengatakan, "Tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia akan semakin kompleks, terlebih pada era persaingan global. Semua unsur, mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, korporasi, dan publik, harus ambil bagian dalam pembekalan generasi muda kita."Hal senada disampaikan Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki.

“Generasi muda di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, berhak memperoleh kesempatan ekonomi yang sama," ucapnya. Elvera menambahkan, pihaknya percaya bahwa kesempatan dan pengalaman berwirausaha yang diberikan bagi murid-murid SMA/SMK dalam program ini akan membantu kesuksesan mereka di masa depan, tak hanya dari sisi pengetahuan bisnis tetapi juga dalam hal literasi dan inklusi keuangan.


3. Simulasi perusahaan

President Director PT AIG Insurance Indonesia, Robert Logie, menambahkan, “Student Company merupakan sebuah program yang sangat menginspirasi, ide-ide segar dari para siswa turut menularkan semangat kreatifitas bagi para karyawan kami, saat mereka terjun langsung memberikan pelatihan." Robert berharap para siswa yang berpartisipasi dalam program ini juga turut menularkan pengetahuan dan keterampilannya kepada siswa-siswa lainnya sehingga hal ini menjadi sebuah program yang berkesinambungan.

Dalam program Student Company ini, para siswa dibagi menjadi lima divisi layaknya sebuah perusahaan sungguhan, yaitu Production, Marketing, Finance, Human Resources, dan Public Relations. Selain itu, mereka juga memegang jabatan masing-masing, mulai dari President Director, Vice President, Manager, hingga Staff. Model pembelajaran ini dikembangkan juga untuk memberikan keterampilan kesiapan kerja bagi para siswa.

4. Menuju kompetisi nasional

Lavenia Thalia, siswa Stella Maris School yang menjadi President Director Ardent Naturae SC menjelaskan bahwa dirinya merasa senang bisa tergabung dalam program Student Company. “Saya belajar bagaimana menjadi wirausaha sukses, melatih kedisiplinan dalam bekerja, serta mengelola waktu dan tim dengan baik. Ini menjadi pengalaman berharga dan motivasi bagi saya untuk menjadi wirausaha yang bermanfaat," ujar Lavenia. Kedelapan sekolah bersaing memperebutkan gelar ‘The Best Student Company in Jakarta’ dalam kompetisi ini. Dua sekolah terbaik akan mewakili DKI Jakarta untuk bersaing dengan sekolah dari regional lain dalam kompetisi bisnis tingkat nasional. Indonesia Student Company Competition 2018 tingkat Nasional akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 11 Agustus 2018 mendatang.

Sumber : kompas.com