Tampilkan postingan dengan label Dana BOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dana BOS. Tampilkan semua postingan

Cara Penyusunan Pelaporan BOS tahap 4


Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang Cara Penyusunan Pelaporan BOS Tahap 4 dengan Aplikasi Pelaporan Sekolah dari RUWINDO (Rumah Wirausaha Indonesia) yang beralamat di Kepanjen Malang.
Aplikasi Pelaporan Keuangan Sekolah dari RUWINDO yang didesign sangat simple dalam penggunaannya, karena untuk semua format pelaporan (khususnya dana BOS), pihak sekolah hanya input RKAS, transaksi dana masuk dan transaksi penggunaan dana/Belanja. Setelah proses itu hanya satu klik semua format dapat tersaji dengan cepat. Panduan lengkap tentang penggunaan aplikasi pelaporan sekolah ini sudah terdapat versi androidnya dan bisa di lihat pada postingan saya sebelumnya Aplikasi BOS di Android.
Ada 3 tahapan dalam penyusunan pelaporan keuangan sebelum tahap keempat, yaitu :
a. Tahap 1
Pada penyusunan BOS tahap 1 ini, meliputi login, profile, RKAS, dan RAPBS, untuk pembahasan cara penyusunan pelaporan BOS tahap 1 ini, anda bisa membaca disini
b. Tahap 2
Pada penyusunan BOS tahap 2 ini, meliputi transaksi penerimaan dan pengeluaran, serta penutupan kas, untuk pembahasan cara penyusunan pelaporan BOS tahap 2 ini, anda bisa membaca disini
c. Tahap 3
Pada penyusunan BOS tahap 3 ini, meliputi buku pembantu umum, buku pembantu kas, buku pembantu pajak, dan ROB. Untuk pembahasan cara penyusunan pelaporan BOS tahap 3 ini, anda bisa membaca disini

Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat dan membantu para pembaca agar bisa menyusun pelaporan BOS dengan lebih mudah

Cara Penyusunan Pelaporan BOS Tahap 1

Pada kesmpatan kali ini saya akan memberikasn informasi mengenai Cara Penyusunan Pelaporan BOS Tahap 1. Dalam tutorial ini ada beberapa yang akan saya bahas, yaitu : Login, Profile, RKAS, dan RAPBS. Dalam tutorial ini saya menggunakan aplikasi pelaporan sekolah berbasis desktop dari RUWINDO, untuk cara download dan panduan penuh penggunaan aplikasinya, ada dalam postingan saya sebelumnya, Aplikasi BOS di Android. Oke langsung saja berikut tutorialnya :

1. Login
Sebelumnya krita buka halaman login, lalu maukkan username dan password, dalam keterangan gambar:

a. Pastikan username : admin
b. Password : 4444 (dapat diganti) (1)
c. Klik tombol (2) untuk melanjutkan
d. Klik tulisan tutup (3) untuk keluar dari aplikasi pelaporan sekolah ini.
e. Untuk mengganti password cukup memasukkan password lama dengan password baru


2. Profile
Setelah itu untuk pengisian profile sekolah, caranya seperti gambar dibawah ini:

a. Sesuaikan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) sesuai dengan sekolah pengguna
b. Nama sekolah harus sesuai dengan NOMENKLATUR di dinas pendidikan kabupaten/kota. Jika terdapat (spasi) pada nama sekolah di depan, maka pengguna harus menghapusnya.
c. Alamat, kelurahan diisi sesuai alamat lembaga
d. Kecamatan harus sesuai dengan NOMENKLATUR di dinas pendidikan kabupaten/kota.Jika terdapat (spasi) pada kecamatan di depan, maka pengguna harus menghapusnya.
e. Kunci dalam menu profile adalah NPSN, Nama Sekolah, Kecamatan, dan Kabupaten/Kota, sehingga entitas ini harus sesuai dengan NOMENKLATUR dinas penddikan. Entitas ini akan terdeteksi ketika pengguna sedang mengupload data ke server dinas, jika tidak sesuai maka sistem akan menampilkan pesan NOMENKLATUR yang sesuai dengan dinas.

3. RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah).
RAKS adalah kegian perencanaan kerja terkait dengan belanja sekolah sesuai dengan anggaran masing - masing sekolah. Setiap lembaga diwajibkan untuk membuat RKAS, yang selalu dilaksanakan pada setiap tahun anggaran maupun tahun ajaran. RKAS ini ditujukan yakni agar sekolah memiliki perencanaan yang tepat sehingga anggaran telah teralokasi dengan pembelanjaan yang sesuai dengan kegiatan kerja sekolah dan tidak digunakan secara tidak teratur. Berikut penyusunan RKAS dengan aplikasi pelaporan sekolah daari RUWINDO



   1. Menambahkan atau mengubah perkiraan pendapatan sekolah

       a. Klik pada kolom edit di PENDAPATAN DANA BOS TAHUN INI
       b. Isi nominal setiap Triwulan, dengan ketentuan sebagai berikut :
       b.1 Triwulan 1 sebesar 20% dari jumlah pendapatan
       b.2 Triwulan 1 sebesar 40% dari jumlah pendapatan
       b.3 Triwulan 1 sebesar 20% dari jumlah pendapatan
       b.4 Triwulan 1 sebesar 20% dari jumlah pendapatan
       c. Klik tombol Simpan

 
   2. Menambahkan atau mengubah sisa saldo tahun lalu
      
a. Klik pada kolom edit di SISA BOS TAHUN SEBELUMNYA
       b. Isikan Nominal (sebaiknya nominal ditulis di Triwulan 1)
       c. Klik tombol Simpan


   3. Menambahkan atau mengubah Kegiatan

 
       a. Arahkan kursor mouse ke program yang dipilih (Warna Biru)
       b. Tekan tombol + pada kolom Tambah (menambahkan kegiatan baru), 

       c. Tekan tombol pada kolom Edit (mengubah data kegiatan )
       c. Program kegiatan akan terisi otomatis
       d. No. Urut Kegiatan akan terurut secara otomatis
       e. Isikan uraian kegiatan (ex: kegiatan Tryout Kecamatan)

       f. Klik tombol Simpan

   4. Menambahkan atau mengubah rekening belanja
 
      
a. Untuk menambahkan rekening belanja baru, Pilih Data dengan Kode Warna Hijau, klik tombol + pada kolom Tambah
       b. Untuk mengubah data rekening, Pilih data dengan kode warna Kuning atau Biru Muda, klik tombol pada kolom Edit
       c. Program dan Kegiatan telah otomatis terisi
       d. Pilih salah satu Jenis Belanja (5.2.1 Pegawai / 5.2.2 Barang jasa / 5.2.3 Modal)
       e. Pilih Objek Belanja (Isinya sesuai dengan jenis belanja, jika tidak ada maka pengguna dapat menambahkannya sendiri dengan cara klik tombol +add disebelah kanan)
       f.  Pilih Rincian Objek Belanja (Isinya sesuai dengan Objek Belanja, jika tidak ada maka pengguna dapat menambahkannya sendiri dengan cara klik tombol +add disebelah kanan)
       g. Isikan Uraian belanja(jika uraian ‘kosong’ maka akan otomatis diambilkan dari uraian rincian objek belanja)
       h. Lengkapi data terkait Volume, Harga/Biaya Satuan
       i.  Pilih alokasi penggunaan di periode Triwulan dengan cara klik Tab TW1/TW2/TW3/TW4, dan isikan masing2 alokasi disetiap bulan dalam Triwulan
       j. Pastikan Sisa Dana harus = 0
       k. Klik tombol Simpan.


  5. Menambahkan atau mengubah Item rincian belanjah
     
a. Pada Menu RKAS, arahkan kursor pada rekening berwarna Biru Muda
       b. Tekan tombol + pada kolom tambah, atau pada menu RKAS Tambah Objek Belanja klik centang pada Detail Item Rincian Objek Belanja yang berada pada pojok kiri atas
       c. Klik Centang
       d. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini


       e. Perhatikan pada gambar diatas, berikut penjelasan poin 2 pada gambar diatas
       - Lengkapi data pada poin 1, ini sama dengan tampilan sebelumnya, contoh:
       Uraian : Kertas HVS 80gr
       Volume : 4
       Satuan : Rim
       Biaya Satuan : 50000 (Jumlah =volume*biaya satuan)
       Isikan anggaran pada Triwulan dan bulan yang pengguna kehendaki.
       - Pastikan Sisa Dana pada poin 2 harus = 0
       - Poin 3, klik tombol Tambah Item, akan menambahkan data di poin 1 dan poin 2 kedalam data diatasnya, dan mengosongkan isian pada poin 1 dan poin 2
       - Poin 4 merupakan tombol edit item, akan menghapus item pada grid dan menempatkan nilainya pada poin 2 dan poin 2. Jika sudah selesai melakukan perubahan item, maka tekan tombol Tambah Item/poin 1
       - Poin 5 merupakan tombol Hapus Item, akan menghapus item pada grid dengan konfirmasi terlebih dahulu untuk validasi pengguna.
       - Setelah pengguna yakin dengan semua item yang telah ditambahkan, maka pengguna harus menekan tombol Close, pengguna akan diarahkan ke tampilan sebelumnya namun semua nilai pada tampilan tersebut sudah terkunci dan nilainya adalah hasil kalkulasi otomatis dari semua item yang telah diisikan.
       - Klik Tombol Simpan.

  6. Membuat Laporan Rekap per Jenis Belanja (Triwulan dan Bulanan)
      a. Pada menu RKAS, Cari tombol Cetak Rekap , namun pengguna harus terlebih dulu memilih tanggal pengesahan. Setelah itu klik Tombol Cetak Rekap.


      b. Perhatikan poin-poin pada gambar diatas, berikut penjelasannya :
          - Poin 1 merupakan laporan untuk rekap dengan anggaran setiap Triwulan (Arus Kas Triwulan) dan setiap Bulan (Arus Kas Bulanan)
          - Poin 2 merupakan tombol Tampilkan, setelah pengguna memilih poin1 maka pengguna harus menekan tombol Tampilkan, untuk menampilkan Laporan RKAS yang diinginkan.
          - Poin 3 merupakan output laporan sesuai yang user pilih pada poin1
          - Poin 4 merupakan tombol Cetak, untuk mencetak laporan
          - Poin 5 merupakan tombol Export ke Excel
          - Poin 6 Merupakan tombol Standart Laporan (pengguna dapat mengolah laporan pada poin 6), berikut daftar yang bisa diolah oleh poin 6 :
          >Jika laporan lebih dari 1 halaman, maka dapat berpindah halaman dengan menentukan halaman ke-n
          >Menampilkan mode preview cetak laporan
          >Mengatur jarak / padding halaman terhadap jenis kertas
          >Export laporan dalam bentuk PDF, Word, dan Excel
          >Memperbesar tampilan (Zoomin/Zoomout)

 
7. Membuat Laporan RKAS detail
     a. Pada menu RKAS, Cari tombol Cetak Detail , namun pengguna harus terlebih dulu memilih tanggal pengesahan. Setelah itu klik Tombol Cetak Detail.
     b. Untuk mengoperasikan Tampilan Report RKAS Detail, sama dengan pembahasan di 4.6 b

  8. Menggunakan Fitur Pencarian Data Spesifik



Pada menu RKAS, klik tombol Pencarian Data Spesifik, maka akan muncul tampilan dari sebelah kiri
     a. Pilih Program Standar ( salah satu dari 8 standar) (Centang pada Semua Program, untuk menampilkan semua program)
     b. Pilih kegiatan sesuai dengan program yang dipilih sebelumnya (Centang pada Semua Kegiatan, untuk menampilkan semua program)
    c. Tekan tombol Tampilkan, untuk menampilkan data spesifik yang pengguna inginkan

  9. Fungsi Tombol “Unlock”
     Jika pengguna sudah melakukan dan membuat RKAS Perubahan, maka pada menu RKAS akan muncul tombol UNLOCK, yang berfungsi untuk menghapus semua data RKAS Perubahan dan menjadikan RKAS dapat kembali diubah
.
10. Memahami penghapusan pada RKAS
 
     a. Pada Menu RKAS, tampilkan terlebih dahulu data RKAS
     b. Klik tombol pada kolom Hapus, maka akan muncul pesan konfirmasi
     c. Pilih YES, untuk menyetujui penghapusan data
     d. Pilih NO, untuk tidak menyetujui penghapusan data
     e. Catatan dalam penghapusan
         > Jika Anda menghapus Kegiatan(Warna Hijau) maka semua warna kuning, semua warna biru muda dan semua yang tanpa warna di bawah Kegiatan itu (warna hijau) akan terhapus semua
         > Jika Anda menghapus Objek Belanja (Warna Kuning) maka semua warna biru muda dan semua yang tanpa warna di bawah Objek Belanja itu (warna kuning) akan terhapus semua
         > Jika Anda menghapus Rincian Objek Belanja (Warna Biru Muda) maka semua yang tanpa warna dibawah Rincian Objek belanja(Warna Biru Muda) akan terhapus semua.
         > Jika Anda menghapus item Belanja (Tanpa Warna) maka hanya Item belanja tersebut yang akan dihapus)


4. RAPBS  (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah).
RAPBS adalah anggaran terpadu pendapatan dan pengeluaran anggaran sekolah serta pengelolaannya selama satu tahun pelajaran berjalan. Yang sumber dananya dari pemerintah,Yayasan, masyarakat, dan orangtua / wali siswa.Berikut adalah cara penyusunan RAPBS di aplikasi pelaporan sekolah berbasis desktop dari RUWINDO


    a. Penerimaan tidak terhubung dengan RKAS, sehingga pengguna harus menuliskan kembali perkiraan pendapatan dalam satu periode  
    b. Pengeluaran terhubung dengan Pengeluaran di RKAS, sehingga pengguna tidak perlu untuk menuliskan kembali nominal pengeluaran
    c. Pada Sumber Pendapatan Lainnya, pengguna perlu menekan tombol +, untuk menampilkan tampilan input sumber pendapatan lainnya
    d. Jika penerimaan dan pengeluaran belum balance, maka dalam menu RPABS akan menampilkan tanda bahwa nominal pendapatan dan pengeluaran belum balance, seperti gambar dibawah ini 
 

 
 
 

Aplikasi BOS di Android

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial mengenai Aplikasi Pelaporan Keuangan dari RUWINDO ( Rumah Wirausaha Indonesia ) yang tentunya sangat mudah di gunakan, dan pastinya akan bermanfaat bagi bapak ibu guru bendahara BOS. Berikut adalah tutorialnya :


1. Buka google playstore pada HP Android, lalu ketik Simpel-BOS pada kolom pencarian, atau masukkan saja link berikut ini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruwindo.bos2018



2. install aplikasi Simpel-BOS pada HP android

3. Apabila sudah terinstall, saya juga akan memberikan tutorial penggunaan aplikasi Simpel-BOS pada HP android. Di bawah ini adalah tampilan awal dari aplikasi Simpel-BOS ini. Tekan tulisan yang berjalan (Home > Halaman Utama) untuk masuk ke halaman menu
4. Pada halaman menu terdapat 4 menu, yaitu Tentang Pelaporan, Fitur Unggulan Sistem Aplikasi, Testimoni, dan Tutorial.


5. Pada menu Tentang Pelaporan, berisi tentang Tujuan Dana Bos yang terdapat pada Permendikbud 76/2014, masalah-masalah yang berkaitan dengan Dana BOS, dampak, dan solusi dari masalah yang ada.

6. Kemudian pada menu Fitur Unggulan Sistem Aplikasi terdapat keunggulan sistem dan aplikasi dari Simpel-BOS ini

7. Pada halaman menu Testimoni berisi kesaksian pelanggan yang sudah menggunakan aplikasi Simpel-BOS ini

8.Yang terakhir adalah menu Tutorial, dimana pada halaman ini berisi fungsi aplikasi pelaporan sekolah dalam pelaporan dana BOS.
Dalam halaman tutorial pada pojok kiri atas ada daftar isi, dalam Daftar isi ini ada beberapa tutorial atau panduan untuk penggunaan Aplikasi Pelaporan Dana BOS yang berbasis dekstop ini.
yaitu :

1) Hubungi kami, halaman ini berisi kontak dan alamat kantor pembuat aplikasi ini, yaitu RUWINDO


2) Cara install, halaman ini berisi cara penginstalan aplikasi pelaporan sekolah bebasis dekstop ini.


a. Pastikan didalam dongle / flasdisk yang sudah teregistrasi terdapat folder seperti gambar diatas. Copy (salin) file tersebut, dan Paste (letakkan) dilocal drive (D:/ atau E:/) pada laptop/komputer pengguna. 
 
b. Buka folder (Aplikasi Pelaporan Sekolah 2018) tersebut, dan pastikan nama file-filenya seperti gambar diatas.

c. Cari file yang berextensi .rar dengan nama NPSN sekolah pengguna. Klik kanan pada file tersebut dan pilih Extract here.

d. Buka folder hasil extract diatas, cari file dengan nama RUWINDO_INSTALLER.exe, jalankan (double click) file tersebut.

e. Pilih setuju.
Klik tombol cari dan tentukan tempat folder aplikasi diinstal (sebaiknya jangan dilocal drive C:/).Klik Tombol Install. Pada Install Reportviewer, anda hanya perlu memilih accept lalu tekan tombol Next Next hingga instalasi report viewer selesai.Tekan tombol Tutup/Batal
Selamat, Aplikasi berhasil Anda Instal, pastikan di desktop sudah terdapat shortcut aplikasi dengan gambar rumah
 

3) Cara update patch, halaman ini berisi cara mengupdate patch 

a.    a. Buka browser anda (mozilla firefox/google chrome)
b. Ketikkan dan akses www.ruwindo.com
c. Klik pada banner yang muncul.
 
     d. Anda akan diarahkan kehalaman download patch, klik tombol Download
     e. Pastikan anda telah membaca, memahami dan melakukan langkah-langkah seperti gambar dibawah ini

NB: Update patch tidak akan menghilangkan data yang sudah diinput sebelumnya.
 

4) Halaman login, halaman ini berisi cara login, username dan password awal
5) Menu profile, halaman ini berisi cara pengisian profile sekolah pada aplikasi ini
6) Saldo awal, halaman ini berisi bagaimana cara mengisi saldo awal dari aplikasi pelaporan sekolah dari RUWINDO ini

a. Klik tombol pojok kanan atas yang dilingkari pada menu utama 
b. Klik Tombol Atur Saldo Awal Pelaporan
c. Tentukan Bulan Awal Pelaporan (1) – defaultnya adalah bulan januari
d. Jika ada, Masukkan Nominal Sisa Saldo kas/K4 (2)
e. Jika ada, Masukkan Nominal Sisa Saldo Bank/K5 (3) – sesuai aturan, sisa bunga bank tahun lalu dimasukkan pada Saldo Buku Bank/K5 bukan Bunga Bank, sehingga
f. Nominal Bunga Bank pasti 0
g. Klik tombol simpan
Catatan : 
- Nominal Saldo Awal pelaporan ini masih bisa diubah/edit, namun dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Periode awal pelaporan (januari) harus terbuka, caranya dengan login dan pilih periode januari
b. Klik menu “Penutupan Kas”

c. Pastikan didalam menu “Penutupan Kas” ada tombol Simpan
d. Jika sudah tertutup, maka klik tombol buka penutupan kas


7) Periode pelaporan, halaman ini berisi cara mengisi kapan periode pelaporan

a. Pilih Bulan (1)
b. Pilih Tahun (1)
c. Klik tombol Mulai


8) RKAS, halaman ini berisi bagaimana cara pengaturan Rencana KerjaAnggaran Sekolah seperti cara menambahkan atau mengubah perkiraan pendapatan sekolah
9) RAPBS, halaman ini berisi menggunakan halaman Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
10) Menu penerimaan, halaman ini berisi cara penggunaan beberapa tombol dan inputa
11) Menu pengeluaran, halaman ini berisi bagaimana cara penggunaan beberapa tombol dan inputan yang terdapat pada halaman pengeluaran pada aplikasi pelaporan sekolah yang berbasis dekstop dan penjelasannya
12) Penutupan kas, halaman ini berisi cara mengisi form pada menu penutupan kas
13) Buku kas umum, halaman ini berisi penjelasan beberapa tombol dan pilihan yang terdapat pada menu halaman Buku Kas Umum
14) Buku pembantu, halaman ini berisi penjelasan buku pembantu, ada beberapa buku pembantu pada menu ini,yaitu:
  - Buku Pembantu Kas
  - Buku Pembantu Bank
  - Buku Pembantu Pajak
  - Rincian Objek Belanja (ROB)
15) Tampilan laporan, halaman ini berisi gambaran laporan (output) dari aplikasi pelaporan sekolah ini. Ada beberapa laporan yang digambarkan pada halaman ini, yaitu ;
  - Laporan RKAS Rekap
  - Laporan RKAS Detail
  - Laporan RKAS Perubahan
  - Laporan RAPBS
  - Laporan BKU
  - Laporan Buku Pembantu Kas
  - Laporan Buku Pembantu Bank
  - Laporan Buku Pembantu Pajak
  - Laporan ROB
  - Laporan K-7b
  - Laporan K-7c
  - Laporan K-7a
  - Laporan K-8
  - Laproan Rekap Belanja
  - Laporan Rekap Belanja per Jenis Belanja
  - Laporan Realisasi
  - Laporan SPTJM
  - Laporan Cetak SP3B
  - Laporan SP2B
  - Laporan Cetak Form 1-C
16) Menu setting, halaman ini berisi tentang beberapa seting/konfigurasi pada aplikasi pelaporan sekolah ini, yaitu :
  - Cara mengganti password
    a. Masukkan password lama (4444)
    b. Masukkan password baru (terserah pengguna)
    c. Klik tombol Simpan


  - Cara set regional setting
    Pada Halaman Regional Setting
    a. Pilih Tab Formats, pastikan Format Indonesia
    b. Pilih Tab Locatioan, pastikan Lokasi Indonesia
    c. Klik Tombol Apply, lalu klik tombol OK



  - Cara Backup aplikasi
    a. Klik tombol pencarian folder tempat hasil backup
    b. Klik tombol Simpan
   
Catatan : Pastikan pengguna menutup aplikasi terlebih dahulu, lalu buka kembali Aplikasi Pelaporan Sekolah. Selanjutnya pada menu utama, klik tombol Backup dan lakukan perintah seperti diatas. Setelah backup selesai, maka sistem akan menampilkan pesan berhasil.



  - Cara Upload data

    Berikut keterangan dari menu Upload Data : 
a. Server 1 : server yang ditentukan oleh dinas pendidikan kab./kota terkait
b. Server 2 : server yang ditentukan oleh dinas pendidikan kab./kota terkait
c. Pilih Periode Upload (Tahun)
d. Pilih Triwulan Upload (TW1, TW2,TW3 atau TW4), pilih salah satu, maka jumlah data akan otomatis dikalkulasi/hitung oleh sistem.
e. Klik Tombol Mulai Upload. Tunggu hingga progress upload data selesai. Setelah itu sistem akan menampilkan data keterangan upload. Jumlah Data, Jumlah Berhasil dan Jumlah Gagal diupload.
Catatan :
- Pastikan pengguna menggunakan koneksi internet yang stabil, karena jika koneksi kurang stabil, maka data yang dikirim terindikasi tidak sempurna/gagal.
- Dinas menentukan dan membatasi tanggal akhir periode upload setiap triwulan (pelaporan)


17) Pertanyaan, halaman ini berisi tentang jawaban beberapa pertanyaan yang ditanyakan konsumen mengenai aplikasi pelaporan sekolah ini, antara lain :

    a. Nama sekolah muncul (XX-XXXX), Aplikasi masih unregister ?
       
tolong pastikan dongle/flasdisk sudah menancap dan terdeteksi oleh laptop/komputer. Tutup aplikasi lalu buka kembali
   
b. Dana Tidak mencukupi ketika transaksi pengeluaran bank, padahal sudah melakukan penerimaan bank ?
       
tolong dipastikan tanggal pengeluaran lebih besar/sama dengan tanggal penerimaan.
tolong cek buku pembantu bank(berapa nominal saldo akhir)
   
c. Ada Selisih antara saldo BKU akhir bulan februari(atau lainnya) dengan saldo Akhir BKU awal maret(atau lainnya)
       
tolong dilakukan penutupan ulang(februari dibuka, januari dibuka) - cara buka dari belakang
   
d. Tidak dapat melakukan transaksi pengeluaran kas RKAS tertentu, padahal belum pernah mentransaksikan RKAS tersebut
       
tolong klik pada tombol simpan pada menu yg ditampilkan warna biru
   
e. Belum input penerimaan, tapi sudah ada saldo
       
tolong dicek di pengaturan saldo awal pelaporan, pastikan tidak ada nominal disana
    
f. Tidak bisa melakukan simpan data (muncul pesan aneh (in english) yg ditampilkan aplikasi)
       
tolong cek dan pastikan regional setting (formats & Location) ke indonesia
    
g. Muncul pesan pada menu RKAS ketika di klik tombol Refresh ataupun refresh otomatis
        
tolong cermati pesan yg ditampilkan, disana sudah diinfokan tentang rekening yg bermasalah, mohon lakukan edit lalu simpan pd rekening tersebut
    
h. Muncul pesan pada cetak Rekap RKAS Aruskas Bulanan
        
tolong dicatat no.rekening yg ditampilkan pada pesan tersebut, mohon cari dan lakukan edit (pada menu RKAS) lalu simpan pd rekening tersebut
gunakan tombol pencarian data spesifik, untuk mempermudah menemukan rekening yg ditampilkan pada pesan diatas

     i. Tidak Bisa melakukan transaksi dibulan tertentu (ex: januari) ?
       
tolong perhatikan periode login. Pastikan pengguna login pada bulan yang akan melakukan transaksi.
     j. Format Tanggal salah menjadi bulan/tanggal/tahun ?
       
Pastikan regional setting Indonesia untuk formats dan location
 Saat Upload Data, muncul pesan NPSN/Kecamata/Nama Sekolah tidak sesuai ?
Sistem sudah memberi pesan untuk mengganti profile lembaga anda. Buka menu profile dan pastikan Nama dan Kecamatan sesuai Nomenklatur yang disarankan plesan tersebut
 

18) Error list, halaman ini berisi cara mengatasi beberapa error yang mungkin akan dialami pengguna

* Error ketika menjalankan aplikasi

Pastikan anda sudah menginstall .Netframework452 / NDP245 yang sudah kami sediakan didongle yang teregistrasi sebelumnya. 

 
* Tidak bisa pilih periode



Pengguna sebelumnya telah menetukan periode awal pelaporan bukan dibulan januari. Mohon untuk melakukan setting awal periode pelaporan di menu setting awal.


Tidak bisa setting saldo awal pelaporan

 
Periode tersebut telah ditutup oleh pengguna, maka pengguna harus membukanya kembali.

 
Saat menambahkan di menu RKAS

 
Tancapkan flasdisk / dongle yang sudah diregistrasi sesuai NPSN ke perangkat (Laptop/PC), atau dapatkan lisensi baru dari ruwindo.com 


Tidak bisa mencetak Laporan
Pastikan anda sudah menginstall reportviewer yang sudah kami sediakan didongle yang teregistrasi sebelumnya.



Semoga postingan ini bermanfaat bagi para pembaca :)
 

Jenis-jenis Laporan BOS





Hallo semuaa...
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan jenis - jenis laporan dana BOS. Berikut ini adalah contoh laporan yang harus disiapkan oleh bendahara BOS.

  1. BOS K7
  2. BOS K7A
  3. BUKU KAS TUNAI
  4. BUKU KAS UMUM
  5. BUKU PEMBANTU BANK
  6. BUKU PEMBANTU PAJAK
  7. BELANJA MODAL 
 Semoga bermanfaat :)



Penggunaan Dana BOS Harus Sesuai Laporan


NGAMPRAH – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan bendahara sekolah dasar negeri (SDN) untuk memberikan pembinaan dan arahan soal penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). 
Hal itu dilakukan agar laporan penggunaan dana bos mampu dipertanggung jawabkan serta menghindari temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Jalaludin mengungkapkan, sejak 2017 lalu sistem laporan penggunaan dana BOS harus mengikuti sistem laporan keuangan pemerintah daerah.
Hal itu mengacu pada Surat Edran Mendagri Nomor 910/106/SJ tahun 2017 tentang Juknis Penganggaran, Pelaksanaan, Penatausahaan serta Pertangggung jawaban dana BOS.

Baca juga : Penyaluran Dana BOS 2018
“Kita sudah melakukan sejak tahun lalu sistem tersebut, sehinga dapat mewujudkan pengelolaan keuangan BOS yang tertib, efektif, efisien, transparan dan bertanggung jawab. Harapannya tentu tidak menjadi temuan dari BPK,” katanya saat ditemui di SDN Sudimampir Padalarang, Senin (26/3).
Jalal menambahkan, dana BOS merupakan dana yang ditransfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi yang penyalurannya dilakukan melalui pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) provinsi.
Dana BOS yang sudah tersalurkan di RKUD provinsi selanjutnya disalurkan secara langsung ke masing-masing rekening sekolah.
“Kami itu hanya mencatatkan saja soal dana bos ini, sementara anggarannya langsung ditransferkan ke masing-masing sekolah. Tahun ini dana BOS yang disalurkan mencapai Rp161 miliar untuk 672 sekolah negeri. Dengan adanya bantuan BOS ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi seluruh siswa,” ungkapnya.


Dana Bos Diupayakan Cair Sebelum Ujian Nasional

Banjarmasin- Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun mengatakan pihaknya akan mengupayakan pencairan dana bantuan operasional sekolah sebelum pelaksanaan ujian nasional.

Menurut Muhammadun di Banjarmasin Jumat, berdasarkan informasi dari kementerian keuangan, dana BOS baru akan ditransfer dari pusat ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) pada 12 Maret 2018.

"Saat ini seluruh proses administrasi sudah bisa diselesaikan dengan baik, tinggal menunggu transfer dari pusat," katanya.

Selanjutnya, tambah dia, pihaknya akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Bank Kalsel, untuk proses pencairan ke masing-masing sekolah, sesuai dengan nilai yang ditetapkan.

Menurut Madun, keterlambatan pencairan BOS, karena adanya beberapa kendala teknis, seperti karena adanya perubahan penyusunan aset modal dan administrasi lainnya.

Selain itu, tambah dia, adanya keterlambatan pelaporan beberapa sekolah terkait penggunaan dana BOS tahun sebelumnya.

"Biasanya, kalau ada sekolah yang terlambat melaporkan, maka akan mempengaruhi pencairan secara keseluruhan," katanya.

Sistem penyaluran dana BOS 2018, tambah dia, akan dilaksanakan secara bertahap setiap tri wulan, dengan jumlah dana sesuai dengan jumlah siswa masing-masing sekolah dengan total biaya per siswa Rp1,4 juta.

Misalnya, SMA satu jumlah muridnya 500 anak, maka dana bosnya menjadi Rp1,4 juta di kali 500 anak.

Hal tersebut berbeda dengan penyaluran dana BOS 2017, yang diberikan secara glondongan. Misalnya SMA I mendapatkan dana BOS Rp700 juta, maka jumlah tersebut yang akan disalurkan tanpa melihat jumlah siswa.

"Total dana BOS mulai dari SD-SMP dari pemerintah pusat mencapai Rp900 juta lebih," katanya.

Selain BOS, tambah dia, pemerintah provinsi juga mengalokasikan dana Bosda yaitu dana biaya operasional sekolah dari daerah, untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun.

Baca juga : Penggunaan Dana BOS Harus Sesuai Laporan

Dana Bosda 2018, mencapai Rp34 miliar untuk tingkat SMA dan Rp55 miliar untuk SMK.

"Bapak gubernur ingin menuntaskan program wajib belajar 12 tahun, sehingga dari APBD juga dianggarkan untuk mendukung program tersebut," katanya.

Sedangkan untuk sekolah madrasah dan aliyah, tambah dia, diluar kewenangannya, karena biasaya hal tersebut ditangani oleh Kemenag.

Sumber : https://kalsel.antaranews.com/berita/64237/disdik-dana-bos-diupayakan-cair-sebelum-un